Blog

Panduan Promo, Komisi, dan MDR: Cara Kasih Diskon Tanpa Jualan Rugi

Rumus praktis untuk menghitung batas promo aman setelah komisi aplikasi dan MDR QRIS. Cocok untuk UMKM kuliner yang jualan via delivery app.

Dipublikasikan 14 Feb 2026
promo makanankomisi deliverymdr qrisharga jualumkm kulinerindonesia
Di halaman ini

Promo itu seperti pedal gas. Kalau ditekan pas, order naik rapi. Kalau kebablasan, omzet naik tapi laba habis di tengah jalan.

Banyak owner kuliner merasa ini: “Voucher jalan, order naik, tapi uang yang masuk kok tipis?” Biasanya sumbernya ada di satu titik, yaitu belum ada batas promo yang dihitung dari biaya riil.

Ringkasan cepat

  • Komisi, promo sharing, dan MDR harus dihitung bersamaan.
  • Tetapkan batas promo maksimum per menu.
  • Bedakan promo untuk menu margin tebal dan margin tipis.
  • Evaluasi take-home per order setiap minggu.

Realita di lapangan: volume belum tentu berarti sehat

Dalam artikel strategi delivery, GoBiz mencontohkan bahwa biaya aplikasi bisa berada di kisaran 20%-25% tergantung skema kerja sama. Angka ini bukan tarif tunggal untuk semua merchant, tapi cukup untuk menunjukkan besarnya porsi biaya channel.

Di liputan Katadata, merchant juga mengeluhkan potongan yang terasa berat saat jual lewat aplikasi. Keluhan seperti ini konsisten muncul karena banyak usaha menghitung promo dari “feeling”, bukan dari batas aman per menu.

Rumus batas promo maksimum

Gunakan model sederhana ini:

takeHomePerOrder = hargaJual × (1 - komisi - promoMerchant - MDR) - biayaTetap

Supaya sesuai target laba bersih, promo maksimum:

promoMaks = 1 - (biayaTetap / hargaJual) - komisi - MDR - targetLabaBersih

Jika hasil promoMaks negatif, artinya harga menu sekarang belum sehat bahkan sebelum promo.

Contoh hitung cepat (mie ayam premium)

Asumsi:

  • Harga jual: Rp40.000
  • Biaya tetap per order (HPP + kemasan + operasional): Rp24.000
  • Komisi channel: 20%
  • MDR: 0,7%
  • Target laba bersih: 12%

Hitung:

promoMaks = 1 - (24.000/40.000) - 0,20 - 0,007 - 0,12

promoMaks = 7,3%

Artinya promo merchant di atas 7% sudah masuk zona rawan untuk menu ini.

Simulasi 2 skenario promo

SkenarioPromo merchantTake-home per orderStatus
A5%Rp6.520Masih mendekati target
B15%Rp2.520Margin menipis tajam

Kalau menu ini terjual 100 porsi/hari, selisih kedua skenario sudah sangat terasa di kas harian.

Cara praktis menerapkan di tim

  1. Kelompokkan menu jadi 3 level margin: tebal, sedang, tipis.
  2. Tetapkan batas promo berbeda tiap level.
  3. Kunci batas promo di SOP campaign, bukan keputusan dadakan.
  4. Tinjau ulang setiap minggu dari data order real.

Dengan pola ini, tim marketing tetap bisa ngebut tanpa mengorbankan kesehatan dapur.

Lakukan sekarang

  • Hitung promoMaks untuk 5 menu terlaris
  • Stop promo menu margin tipis di atas batas aman
  • Pisahkan laporan take-home per channel
  • Jadwalkan review promo mingguan 30 menit

Baca juga

Referensi data lokal (cek 2026-02-14)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kalau ingin order naik cepat, promo besar lebih aman?

Belum tentu. Promo besar tanpa batas aman biasanya menaikkan volume, tapi menekan laba per order.

MDR QRIS kecil, perlu dimasukkan ke hitungan promo?

Perlu. Nilainya kecil per transaksi, tapi dampaknya besar saat order harian tinggi.

Komisi aplikasi selalu sama untuk semua merchant?

Tidak. Skema bisa berbeda per program, kontrak, dan paket layanan, jadi wajib cek laporan channel sendiri.

Apa indikator paling cepat untuk cek promo sehat atau tidak?

Lihat take-home per order sesudah komisi, promo, MDR, dan biaya tetap. Kalau di bawah target laba, promo harus dikoreksi.

Hitung biaya resep pertamamu sekarang

Masukkan harga bahan dan dapatkan biaya, margin, dan harga jual dalam hitungan detik.