Promo itu seperti pedal gas. Kalau ditekan pas, order naik rapi. Kalau kebablasan, omzet naik tapi laba habis di tengah jalan.
Banyak owner kuliner merasa ini: “Voucher jalan, order naik, tapi uang yang masuk kok tipis?” Biasanya sumbernya ada di satu titik, yaitu belum ada batas promo yang dihitung dari biaya riil.
Ringkasan cepat
- Komisi, promo sharing, dan MDR harus dihitung bersamaan.
- Tetapkan batas promo maksimum per menu.
- Bedakan promo untuk menu margin tebal dan margin tipis.
- Evaluasi take-home per order setiap minggu.
Realita di lapangan: volume belum tentu berarti sehat
Dalam artikel strategi delivery, GoBiz mencontohkan bahwa biaya aplikasi bisa berada di kisaran 20%-25% tergantung skema kerja sama. Angka ini bukan tarif tunggal untuk semua merchant, tapi cukup untuk menunjukkan besarnya porsi biaya channel.
Di liputan Katadata, merchant juga mengeluhkan potongan yang terasa berat saat jual lewat aplikasi. Keluhan seperti ini konsisten muncul karena banyak usaha menghitung promo dari “feeling”, bukan dari batas aman per menu.
Rumus batas promo maksimum
Gunakan model sederhana ini:
takeHomePerOrder = hargaJual × (1 - komisi - promoMerchant - MDR) - biayaTetap
Supaya sesuai target laba bersih, promo maksimum:
promoMaks = 1 - (biayaTetap / hargaJual) - komisi - MDR - targetLabaBersih
Jika hasil promoMaks negatif, artinya harga menu sekarang belum sehat bahkan sebelum promo.
Contoh hitung cepat (mie ayam premium)
Asumsi:
- Harga jual: Rp40.000
- Biaya tetap per order (HPP + kemasan + operasional): Rp24.000
- Komisi channel: 20%
- MDR: 0,7%
- Target laba bersih: 12%
Hitung:
promoMaks = 1 - (24.000/40.000) - 0,20 - 0,007 - 0,12
promoMaks = 7,3%
Artinya promo merchant di atas 7% sudah masuk zona rawan untuk menu ini.
Simulasi 2 skenario promo
| Skenario | Promo merchant | Take-home per order | Status |
|---|---|---|---|
| A | 5% | Rp6.520 | Masih mendekati target |
| B | 15% | Rp2.520 | Margin menipis tajam |
Kalau menu ini terjual 100 porsi/hari, selisih kedua skenario sudah sangat terasa di kas harian.
Cara praktis menerapkan di tim
- Kelompokkan menu jadi 3 level margin: tebal, sedang, tipis.
- Tetapkan batas promo berbeda tiap level.
- Kunci batas promo di SOP campaign, bukan keputusan dadakan.
- Tinjau ulang setiap minggu dari data order real.
Dengan pola ini, tim marketing tetap bisa ngebut tanpa mengorbankan kesehatan dapur.
Lakukan sekarang
- Hitung
promoMaksuntuk 5 menu terlaris - Stop promo menu margin tipis di atas batas aman
- Pisahkan laporan take-home per channel
- Jadwalkan review promo mingguan 30 menit