Banyak usaha makanan tutup bukan karena produknya jelek, tapi karena modal kerja habis terlalu cepat. Opening terlihat lancar, tapi kas menipis di minggu-minggu awal.
Masalah utamanya biasanya satu: hitung modal hanya untuk “buka”, bukan untuk “bertahan”.
Ringkasan cepat
- Pisahkan modal awal (setup) dan modal kerja (operasional berjalan).
- Pakai skenario konservatif untuk 3 bulan pertama.
- Masukkan biaya yang sering terlupa: susut, komplain, biaya transaksi, dan pembelian darurat.
- Tetapkan batas aman kas minimum sebelum memulai promo agresif.
Kenapa perencanaan modal sekarang makin penting
Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM (ANTARA, 15 Januari 2025), jadi persaingan makin padat di hampir semua kategori kuliner.
Di waktu yang sama, harga input tetap bergerak. BPS mencatat inflasi y-on-y Januari 2026 sebesar 3,55%. Untuk usaha baru dengan buffer tipis, sedikit perubahan biaya saja bisa langsung mengganggu arus kas.
Rumus modal yang praktis untuk usaha makanan
modalAwal = peralatan + renovasiRingan + perizinan + depositSewa + stokAwal
modalKerjaBulanan = biayaTetapBulanan + biayaVariabelBulanan - kasMasukKonservatifBulanan
bufferDarurat = 10% sampai 20% dari total kebutuhan 3 bulan
modalTotalAman = modalAwal + (modalKerjaBulanan x 3) + bufferDarurat
Kalau hasil modalKerjaBulanan negatif (artinya kas masuk konservatif sudah menutup biaya), tetap siapkan buffer karena bulan awal biasanya fluktuatif.
Contoh skenario: warung makan 1 outlet kecil
Asumsi modal awal:
- Peralatan inti: Rp32.000.000
- Renovasi ringan: Rp12.000.000
- Deposit/sewa awal: Rp18.000.000
- Perizinan dan administrasi: Rp3.000.000
- Stok awal: Rp7.000.000
modalAwal = Rp72.000.000
Asumsi bulanan (konservatif):
- Biaya tetap + variabel: Rp38.000.000
- Kas masuk konservatif: Rp31.000.000
modalKerjaBulanan = Rp7.000.000
Kebutuhan 3 bulan: Rp7.000.000 x 3 = Rp21.000.000
Buffer 15% dari (modalAwal + modal kerja 3 bulan): Rp13.950.000
modalTotalAman = Rp72.000.000 + Rp21.000.000 + Rp13.950.000 = Rp106.950.000
Angka ini memang lebih besar dari hitungan “asal buka”, tapi jauh lebih realistis untuk menjaga napas usaha sampai ritme penjualan stabil.
Kesalahan modal yang paling sering terjadi
- Tidak menghitung modal kerja 2-3 bulan pertama.
- Menganggap semua penjualan langsung jadi kas (padahal ada settlement delay).
- Belanja peralatan berlebihan sebelum produk-market fit ketemu.
- Promo besar di awal tanpa batas budget.
Lakukan sekarang
- Pisahkan spreadsheet modal awal dan modal kerja.
- Jalankan simulasi konservatif 3 bulan pertama.
- Tambahkan buffer darurat minimal 10%.
- Revisi rencana biaya sebelum tanda tangan sewa/lokasi.