Warung bisa terlihat ramai dari pagi sampai malam, tapi tetap tekor di akhir bulan. Itu terjadi saat pemilik belum tahu titik impas harian, alias berapa porsi minimal yang harus terjual supaya bisnis tidak rugi.
Kalau BEP tidak dihitung, keputusan harian jadi reaktif: promo ditembak tanpa target, harga diubah karena kompetitor, lalu evaluasi hanya berdasarkan feeling.
Ringkasan cepat
- Hitung BEP dari biaya tetap harian dan margin kontribusi per porsi.
- Pakai data real 30 hari terakhir, bukan hari paling ramai.
- Pantau BEP bersama HPP agar target porsi tidak menyesatkan.
- Turunkan BEP lewat mix menu dan kontrol waste, bukan diskon membabi buta.
Kenapa pemilik warung perlu disiplin soal BEP
Kompas menyoroti banyak usaha kuliner yang tampak laku tetapi tetap kesulitan membayar beban usaha karena manajemen keuangan lemah. Polanya sering sama: omzet ada, tapi biaya tetap tidak terkendali dan margin per menu tidak dipantau.
Di saat bersamaan, harga input tetap bergerak. BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan 3,69% pada Januari 2026. Artinya, BEP yang kamu pakai awal tahun bisa cepat usang kalau tidak diperbarui.
Rumus BEP harian yang bisa langsung dipakai
biayaTetapHarian = sewaHarian + gajiHarian + utilitasTetap + biayaTetapLain
marginKontribusiPerPorsi = hargaJualRataRata - biayaVariabelPerPorsi
BEP_porsi = biayaTetapHarian / marginKontribusiPerPorsi
BEP_omzet = BEP_porsi x hargaJualRataRata
Jika marginKontribusiPerPorsi <= 0, artinya struktur harga saat ini tidak menutup biaya variabel. Kondisi ini harus diperbaiki sebelum mengejar volume.
Contoh hitung: warung lauk harian
Asumsi data operasional:
- Biaya tetap harian: Rp1.350.000
- Harga jual rata-rata per porsi: Rp28.000
- Biaya variabel rata-rata per porsi: Rp17.500
Maka:
- Margin kontribusi per porsi = Rp28.000 - Rp17.500 = Rp10.500
- BEP porsi = Rp1.350.000 ÷ Rp10.500 = 128,6 porsi (dibulatkan 129 porsi)
- BEP omzet = 129 x Rp28.000 = Rp3.612.000
Kalau rerata penjualan hari kerja cuma 110 porsi, bisnis masih di bawah titik aman pada hari biasa. Solusinya bukan sekadar “jualan lebih keras”, tapi memperbaiki kombinasi menu dan biaya variabel.
Tiga cara menurunkan BEP tanpa menurunkan kualitas
- Naikkan nilai transaksi rata-rata lewat add-on sederhana (minum, lauk tambahan, dessert ringan).
- Kurangi waste harian 2%-3% dari menu paling sering tersisa.
- Atur jadwal prep dan tenaga kerja berdasar jam puncak, bukan kebiasaan lama.
Perubahan kecil di margin kontribusi sering lebih berdampak daripada promo besar yang justru menekan harga.
Lakukan sekarang
- Hitung biaya tetap harian dari data 30 hari terakhir.
- Tentukan margin kontribusi rata-rata per porsi.
- Tetapkan target porsi minimum harian dari hasil BEP.
- Pantau realisasi harian selama 2 minggu tanpa jeda.
- Evaluasi menu ber-margin rendah yang mengganggu titik impas.