“Bu, sekolah mau pesan snack box Kartini 300 pcs. Bisa harga Rp45.000?”
“Wah, itu margin tipis banget. Belum ongkir ke tiga gedung lho.”
Percakapan seperti ini sering banget terjadi menjelang Hari Kartini. Order terlihat gede, tapi kalau tidak hati-hati, bisa rame doang—sibuk kerja, cuan nggak seberapa.
Masalahnya, banyak yang cuma hitung bahan makanan. Padahal ada stiker tema, distribusi ke beberapa titik, dan biaya lembur karena acara mulai pagi. Semua itu kalau nggak masuk hitungan, ya nombok di akhir.
Kenapa harga snack box Kartini perlu dihitung khusus?
Event sekolah punya tantangan tersendiri:
Distribusi ke banyak titik. Satu sekolah bisa minta kirim ke gedung SD, SMP, dan SMA sekaligus. Ongkos bensin dan waktu jelas berbeda dari kirim satu tempat.
Tema dekorasi wajib. Hari Kartini identik dengan warna dan desain khas. Stiker, pita, atau kartu ucapan bertema harus masuk biaya—bukan sekadar “bonus”.
Jam acara pagi. Upacara Kartini biasanya jam 7 pagi. Artinya tim packing harus mulai dini hari. Ini lembur, dan lembur ada biayanya.
Jumlah peserta sering berubah. “Kemarin 300, sekarang jadi 280.” Kalau sudah produksi, bahan sudah kepakai. Makanya perlu buffer dan cut-off yang jelas.
Cara menghitung harga snack box Kartini
Untuk event sekolah, target food cost 35% sampai 40% biasanya dipakai. Artinya dari harga jual, sekitar 35-40% adalah biaya bahan dan operasional.
Rumusnya sederhana:
| Langkah | Perhitungan |
|---|---|
| 1. Hitung semua biaya | Isi snack + Minuman + Kemasan + Dekorasi + Tenaga kerja + Distribusi + Susut |
| 2. Tentukan target food cost | Misal 38% |
| 3. Hitung harga jual | Total biaya ÷ 0,38 |
Contoh nyata: Paket snack box Hari Kartini
Katakanlah kamu dapat order 300 box untuk sekolah di Bekasi.
| Komponen | Biaya per Box |
|---|---|
| Snack 2 item (lemper + risoles) | Rp10.500 |
| Minuman (teh kotak) | Rp3.500 |
| Box + tisu + sendok | Rp1.800 |
| Stiker tema Kartini | Rp700 |
| Tenaga kerja | Rp2.600 |
| Distribusi ke 3 gedung | Rp1.900 |
| Susut/buffer 5% | Rp1.000 |
| Total biaya | Rp22.000 |
Kalau target food cost 38%:
Harga jual = Rp22.000 ÷ 0,38 = Rp57.895
Jadi harga yang aman: Rp55.000 sampai Rp60.000 per box.
Kalau panitia minta Rp45.000? Hitungannya:
- Margin = Rp45.000 - Rp22.000 = Rp23.000
- Food cost = Rp22.000 ÷ Rp45.000 = 48,9%
Food cost hampir 49% itu sudah boncos untuk event yang butuh effort besar. Mending nego ulang atau kurangi item.
5 Tips praktis biar nggak nombok
1. Tetapkan paket final, bukan per item
Jangan kasih opsi “mau ganti lemper jadi pastel boleh”. Setiap perubahan = waktu produksi beda, dan panitia sekolah suka request macam-macam. Paket seragam lebih aman.
2. Masukkan SEMUA biaya dekorasi
Stiker Rp700 x 300 box = Rp210.000. Itu bukan angka kecil. Pita, kartu ucapan, sampai box bertema—semua harus masuk hitungan.
3. Tentukan cut-off perubahan jumlah
Misal: “Perubahan jumlah maksimal H-3, lebih dari itu tetap dicharge sesuai order awal.” Ini melindungi kamu dari kerugian bahan yang sudah diprep.
4. Siapkan buffer 3-5%
Untuk 300 box, siapkan 9-15 box cadangan. Ini untuk jaga-jaga kalau ada box rusak, kurang isi, atau permintaan dadakan dari kepala sekolah.
5. Catat biaya real setelah acara
Setelah selesai, bandingkan estimasi dengan pengeluaran nyata. “Oh ternyata lembur lebih mahal dari perkiraan.” Data ini penting buat order Kartini tahun depan.
Kesalahan yang sering bikin rugi
-
Tidak menghitung ongkos kirim ke banyak gedung — Kirim 3 titik itu 3x perjalanan, bukan 1x.
-
Kasih opsi menu kebanyakan — Makin banyak pilihan, makin ribet produksi dan makin gampang salah kirim.
-
Lupa biaya lembur — Acara jam 7 pagi berarti packing jam 3 subuh. Itu lembur, dan lembur harus dibayar.
-
Tidak simpan catatan — Tahun depan order lagi, kamu lupa margin kemarin berapa. Akhirnya ngasih harga ngasal.
Lakukan Sekarang
- Buat paket final dengan isi tetap (bukan per item terpisah)
- Catat biaya lengkap termasuk stiker tema dan distribusi
- Tentukan cut-off perubahan jumlah (misal H-3)
- Siapkan cadangan snack 3-5% dari total order
- Hitung harga dengan target food cost 35-40%