Order ramai di aplikasi belum tentu berarti laba ikut naik. Banyak owner warung dan cloud kitchen baru sadar saat tutup buku mingguan: omzet naik, tapi kas tetap seret.
Masalahnya biasanya bukan di satu biaya besar, melainkan akumulasi biaya kecil yang tidak dihitung dari awal.
Ringkasan cepat
- Harga menu aplikasi harus dihitung dari biaya penuh per porsi, bukan dari harga dine-in ditambah angka kira-kira.
- Komisi, kontribusi promo, dan biaya transaksi harus masuk model harga sebelum kampanye jalan.
- Gunakan satu angka batas aman: harga minimum aplikasi.
- Review minimal seminggu sekali selama promo berjalan.
Yang sedang dicari merchant Indonesia (snapshot 14 Februari 2026)
Sinyal pencarian Google menunjukkan topik ini memang jadi keresahan harian merchant:
komisi gofood merchant 2026biaya shopeefood merchantberapa komisi gofood merchantkenapa harga di gofood lebih mahal
Kalau kata kunci ini terus muncul, artinya pelaku usaha memang sedang cari jawaban yang sama: “naikkan harga berapa supaya tetap masuk akal buat pelanggan, tapi margin tidak jebol?”
Kenapa kebocoran margin di channel delivery makin sering
Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital 2025 tumbuh 36,1% (yoy) dan volume transaksi QRIS tumbuh 183,9% (yoy). User QRIS mencapai 56,3 juta dan merchant 38,1 juta, dengan 92,5% merchant berasal dari UMKM.
Di lapangan, ini berarti channel digital makin dominan buat transaksi harian UMKM. Begitu channel digital jadi dominan, error hitung kecil langsung terasa ke laba bersih.
Di sisi lain, asosiasi ritel/UMKM juga sempat menyoroti beban komisi aplikasi pesan-antar makanan dan meminta batas atas biaya layanan. Isu ini menunjukkan tekanan margin merchant memang nyata, bukan kasus satu-dua toko.
Rumus harga minimum menu aplikasi
Gunakan kerangka sederhana ini:
totalBiayaPorsi = bahan + kemasanDelivery + tenaga + utilitas + susut + biayaTransaksi
hargaMinimumAplikasi = totalBiayaPorsi / (1 - potonganTotal - targetMarginBersih)
Keterangan:
potonganTotal= komisi + kontribusi promo + biaya channel lain (dalam persen desimal)targetMarginBersih= margin bersih yang ingin dipertahankan- Jika penyebut
<= 0, reset skenario (jangan dipaksakan). Artinya struktur promo/biaya sudah tidak sehat.
Simulasi cepat: rice bowl ayam
Misal biaya riil per porsi:
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Bahan utama + bumbu | Rp18.200 |
| Kemasan delivery | Rp3.100 |
| Tenaga dan utilitas | Rp3.900 |
| Susut/buffer | Rp1.300 |
| Biaya transaksi | Rp1.000 |
| Total biaya porsi | Rp27.500 |
Asumsi kerja:
- Potongan total channel:
22% - Target margin bersih:
15%
Maka:
Rp27.500 ÷ (1 - 0,22 - 0,15) = Rp43.651
Harga minimum aman sekitar Rp44.000. Kalau menu ini dipasang Rp39.000, selisihnya terlihat kecil di etalase, tapi margin bersih harian biasanya cepat tipis.
Aturan praktis supaya promo tidak bikin boncos
- Pisahkan harga per channel. Harga dine-in, takeaway, dan delivery boleh beda karena struktur biayanya beda.
- Promo wajib punya kuota. Jangan jalankan diskon tanpa batas order per hari.
- Lock biaya per campaign. Sebelum kampanye mulai, kunci asumsi komisi/promo/margin di satu sheet dan review saat mid-campaign.
SOP mingguan 20 menit
- Cek perubahan kontrak/promo aktif tiap platform
- Hitung ulang
potonganTotalper menu top-10 - Matikan promo yang membuat penyebut rumus <= 0
- Naikkan harga bertahap untuk menu yang margin bersih < target
- Pantau komplain harga 3 hari setelah perubahan
Baca juga
- Panduan HPP makanan per porsi untuk warung rumahan
- Panduan naik harga menu tanpa kehilangan pelanggan
- Panduan harga nasi box musim hajatan
Referensi data lokal (cek 2026-02-14)
- Bank Indonesia - Hasil RDG November 2025 (data transaksi digital, user/merchant QRIS)
- Bank Indonesia - Penyesuaian MDR QRIS efektif 14 Maret 2025
- CNBC Indonesia - APINDO minta aturan batas komisi aplikasi pesan-antar makanan (11 Juli 2024)
- Google Suggest API: komisi gofood merchant
- Google Suggest API: biaya shopeefood merchant