Menjelang 1 Muharram, pola order biasanya sama: jumlah porsi besar, waktu produksi sempit, dan banyak permintaan harga “sosial”. Di lapangan, UMKM sering tidak rugi karena resep, tapi karena aturan order yang longgar. Jumlah final berubah di menit akhir, titik kirim bertambah, lalu biaya distribusi tidak tercatat.
Supaya acara tetap terlayani dan usaha tetap sehat, kamu butuh dua hal: angka minimum yang jelas dan SOP operasional yang disiplin. Panduan ini fokus ke menu Bubur Suro karena paling sering dipakai untuk skema konsumsi jamaah, warga RT/RW, dan komunitas masjid.
Ringkasan cepat
- Harga menu 1 Muharram sebaiknya dihitung dari
biaya penuh per porsi, bukan dari harga tetangga. - Biaya distribusi antartitik dan tenaga bantu wajib masuk kalkulasi.
- Model
2 paket(standar + donatur) lebih aman dibanding satu harga untuk semua. - Terapkan
DP minimal 50%dancut-off H-3agar arus kas dan produksi tidak kacau.
Kenapa order 1 Muharram sering ramai tapi margin tipis
Pertama, volume naik cepat tetapi data biaya tidak ikut diperbarui. Banyak pelaku usaha tetap pakai angka lama, padahal harga bahan pokok bisa bergerak mingguan. Untuk cek ritme harga, kamu bisa pantau PIHPS dan rilis inflasi bulanan BPS sebagai konteks awal.
Kedua, biaya kecil dianggap tidak penting. Sendok, plastik ekstra, label, dan bensin antar ke beberapa titik sering “dianggap nanti”. Begitu order tembus 100 porsi, komponen kecil itu justru jadi sumber kebocoran margin.
Ketiga, aturan revisi order tidak tegas. Tanpa batas perubahan jumlah, tim produksi akan belanja ulang, lembur, dan menanggung sisa bahan. Akibatnya omzet terlihat besar, tapi laba bersih menipis.
Rumus harga minimum menu Bubur Suro
Gunakan rumus ini sebelum kirim penawaran:
totalBiayaPerPorsi = bahan + kemasan + tenaga + distribusi + biayaTransaksi + buffer
hargaMinimum = totalBiayaPerPorsi / targetFoodCost
Untuk order komunitas, target food cost 32%-36% biasanya lebih aman karena ada risiko revisi jumlah dan tambahan titik kirim. Kalau permintaan custom tinggi, gunakan target yang lebih konservatif.
Contoh hitung: 100 porsi Bubur Suro
Misal ada pesanan 100 porsi untuk acara gabungan 3 lingkungan.
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Bahan utama + bumbu | Rp1.250.000 |
| Kemasan dan sendok | Rp300.000 |
| Tenaga prep dan packing | Rp450.000 |
| Distribusi ke beberapa titik | Rp200.000 |
| Buffer susut/revisi | Rp100.000 |
| Total biaya | Rp2.300.000 |
Biaya per porsi:
Rp2.300.000 ÷ 100 = Rp23.000
Jika target food cost 34%:
Rp23.000 ÷ 0,34 = Rp67.647
Artinya harga minimum aman ada di sekitar Rp68.000 per porsi. Jika panitia minta diskon, pastikan harga akhir tetap di atas angka minimum ini.
SOP operasional supaya pesanan komunitas tetap aman
- Kunci paket jadi dua opsi: paket standar dan paket donatur.
- Terapkan DP minimal 50% untuk booking slot produksi dan belanja bahan inti.
- Tetapkan cut-off jumlah final di H-3.
- Cantumkan biaya tambahan secara tertulis untuk titik kirim ekstra atau request mendadak.
- Setelah acara selesai, evaluasi margin bersih per event sebelum menetapkan harga periode berikutnya.
Lakukan sekarang
- Buat template quotation khusus acara 1 Muharram dengan kolom DP, cut-off, dan biaya tambahan.
- Hitung ulang biaya per porsi sampai komponen distribusi paling kecil.
- Simulasikan dua skenario harga: standar dan donatur.
- Cek ulang margin bersih dari 2-3 order terakhir agar harga tahun ini tidak asal tebak.
Baca juga
- Panduan harga nasi kotak pengajian/syukuran
- Panduan harga konsumsi panitia qurban masjid
- Panduan harga konsumsi Hari Guru Nasional