Blog

Panduan Harga GoFood/GrabFood 2026: Pisahkan Harga Delivery Tanpa Bikin Margin Bocor

Cara hitung harga menu untuk kanal delivery dengan rumus sederhana. Termasuk contoh rupiah, batas promo, dan biaya QRIS yang sering terlupa.

Dipublikasikan 14 Feb 2026
gofoodgrabfooddeliveryharga jualumkm kulinerindonesia
Di halaman ini

Order delivery bisa bikin omzet naik, tapi bukan jaminan laba ikut naik. Yang sering kejadian justru kebalik: dapur sibuk, notifikasi ramai, akhir bulan margin tipis.

Penyebabnya biasanya bukan satu hal besar. Margin bocor dari komisi channel, biaya promo, kemasan, transaksi digital, sampai order komplain yang harus kirim ulang.

Ringkasan cepat

  • Jangan pakai satu harga untuk semua channel.
  • Hitung harga delivery dari biaya total delivery, bukan dari harga dine-in.
  • Bedakan biaya tetap per order dan biaya persen per order.
  • Review margin per channel minimal seminggu sekali.

Kenapa topik ini mendesak sekarang

BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2026 sebesar 3,55% (y-on-y). Artinya biaya bahan dan operasional tetap bergerak, walau pelaku usaha lagi fokus mengejar volume order.

Di sisi transaksi, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi pembayaran digital pada April 2025 tumbuh 31,50% (yoy), dan volume transaksi QRIS tumbuh 154,86% (yoy). Praktiknya jelas: order digital makin penting, jadi salah hitung harga channel digital makin mahal dampaknya.

Di komunitas online, beberapa merchant juga cerita soal potongan yang terasa berat saat ikut program promosi/priority. Ini bukan tarif resmi tunggal untuk semua merchant, tapi cukup jadi sinyal bahwa biaya channel harus dihitung dengan data order sendiri, bukan asumsi.

Komponen biaya delivery yang paling sering hilang

Jangan cuma hitung bahan baku. Untuk delivery, komponen ini wajib masuk:

  • Komisi dan biaya layanan channel
  • Sharing promo/voucher
  • Kemasan khusus delivery (anti-bocor, segel, alat makan)
  • Biaya transaksi digital (termasuk MDR)
  • Buffer komplain (kirim ulang, refund, salah item)

Kalau satu atau dua komponen di atas tidak dicatat, harga terlihat aman di menu, tapi sebenarnya kamu jual di bawah titik sehat.

Rumus praktis: harga outlet vs harga delivery

Pakai model dua langkah ini biar cepat:

hargaOutletMinimum = totalBiayaOutlet / (1 - targetLabaBersih)

hargaDeliveryMinimum = totalBiayaDeliveryTetap / (1 - targetLabaBersih - biayaChannelPersen)

Keterangan singkat:

  • totalBiayaOutlet: bahan + tenaga + utilitas + overhead dasar
  • totalBiayaDeliveryTetap: total biaya outlet + kemasan + buffer komplain
  • biayaChannelPersen: komisi + promo sharing + MDR (dalam persen dari harga jual)

Contoh hitung cepat (rice bowl ayam)

Asumsi per porsi:

  • Bahan + bumbu: Rp16.800
  • Tenaga + utilitas: Rp3.700
  • Overhead dasar: Rp1.500
  • Kemasan delivery: Rp2.200
  • Buffer komplain: Rp800
  • Target laba bersih: 15%
  • Biaya channel persen: 25,3% (komisi + promo + MDR)

Hitung:

totalBiayaOutlet = Rp22.000
hargaOutletMinimum = 22.000 / (1 - 0,15) = Rp25.882 -> dibulatkan Rp26.000

totalBiayaDeliveryTetap = Rp25.000
hargaDeliveryMinimum = 25.000 / (1 - 0,15 - 0,253) = Rp41.876 -> dibulatkan Rp42.000

Artinya wajar kalau harga delivery lebih tinggi dari harga outlet. Bukan karena “mahal-mahalin”, tapi karena struktur biayanya memang beda.

Simulasi dampak 120 order delivery per hari

SkenarioHarga deliveryOmzet harianLaba bersih harian (estimasi)
Harga dipatok Rp35.000Rp35.000Rp4.200.000Rp137.400 (sekitar 3,3%)
Harga dihitung dari rumusRp42.000Rp5.040.000Rp764.880 (sekitar 15,2%)

Kalau kamu lihat gap ini, kebocoran margin biasanya langsung kelihatan.

Guardrail supaya tidak boncos saat promo

Pakai 3 aturan sederhana:

  1. Tetapkan harga minimum channel, lalu kunci tim supaya promo tidak menembus batas itu.
  2. Buat budget promo harian, bukan promo tanpa plafon.
  3. Pisahkan laporan laba per channel: outlet, takeaway, delivery app.

Kalau satu laporan dicampur semua channel, titik rugi sering ketutup volume.

Lakukan sekarang

  • Ambil 30 order delivery terakhir, hitung ulang biaya channel real
  • Pasang harga minimum per menu untuk delivery
  • Batasi promo dengan kuota harian
  • Review margin delivery setiap 7 hari

Baca juga

Referensi data lokal (cek 2026-02-14)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Boleh beda harga dine-in dan delivery?

Boleh. Biaya channel, kemasan, dan risiko komplain di delivery memang beda dari makan di tempat.

Berapa batas aman biaya channel?

Patokan awalnya sederhana: total biaya channel plus promo jangan dibiarkan lewat batas yang membuat margin bersih jatuh di bawah target.

Biaya QRIS kecil, masih perlu dihitung?

Perlu. Angkanya kecil per transaksi, tapi cepat menumpuk saat order harian tinggi.

Kalau harga delivery jadi terlalu tinggi harus bagaimana?

Bikin varian khusus delivery dengan porsi dan kemasan yang lebih efisien, jangan pakai struktur menu dine-in mentah-mentah.

Hitung biaya resep pertamamu sekarang

Masukkan harga bahan dan dapatkan biaya, margin, dan harga jual dalam hitungan detik.