Order delivery bisa bikin omzet naik, tapi bukan jaminan laba ikut naik. Yang sering kejadian justru kebalik: dapur sibuk, notifikasi ramai, akhir bulan margin tipis.
Penyebabnya biasanya bukan satu hal besar. Margin bocor dari komisi channel, biaya promo, kemasan, transaksi digital, sampai order komplain yang harus kirim ulang.
Ringkasan cepat
- Jangan pakai satu harga untuk semua channel.
- Hitung harga delivery dari biaya total delivery, bukan dari harga dine-in.
- Bedakan biaya tetap per order dan biaya persen per order.
- Review margin per channel minimal seminggu sekali.
Kenapa topik ini mendesak sekarang
BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2026 sebesar 3,55% (y-on-y). Artinya biaya bahan dan operasional tetap bergerak, walau pelaku usaha lagi fokus mengejar volume order.
Di sisi transaksi, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi pembayaran digital pada April 2025 tumbuh 31,50% (yoy), dan volume transaksi QRIS tumbuh 154,86% (yoy). Praktiknya jelas: order digital makin penting, jadi salah hitung harga channel digital makin mahal dampaknya.
Di komunitas online, beberapa merchant juga cerita soal potongan yang terasa berat saat ikut program promosi/priority. Ini bukan tarif resmi tunggal untuk semua merchant, tapi cukup jadi sinyal bahwa biaya channel harus dihitung dengan data order sendiri, bukan asumsi.
Komponen biaya delivery yang paling sering hilang
Jangan cuma hitung bahan baku. Untuk delivery, komponen ini wajib masuk:
- Komisi dan biaya layanan channel
- Sharing promo/voucher
- Kemasan khusus delivery (anti-bocor, segel, alat makan)
- Biaya transaksi digital (termasuk MDR)
- Buffer komplain (kirim ulang, refund, salah item)
Kalau satu atau dua komponen di atas tidak dicatat, harga terlihat aman di menu, tapi sebenarnya kamu jual di bawah titik sehat.
Rumus praktis: harga outlet vs harga delivery
Pakai model dua langkah ini biar cepat:
hargaOutletMinimum = totalBiayaOutlet / (1 - targetLabaBersih)
hargaDeliveryMinimum = totalBiayaDeliveryTetap / (1 - targetLabaBersih - biayaChannelPersen)
Keterangan singkat:
totalBiayaOutlet: bahan + tenaga + utilitas + overhead dasartotalBiayaDeliveryTetap: total biaya outlet + kemasan + buffer komplainbiayaChannelPersen: komisi + promo sharing + MDR (dalam persen dari harga jual)
Contoh hitung cepat (rice bowl ayam)
Asumsi per porsi:
- Bahan + bumbu: Rp16.800
- Tenaga + utilitas: Rp3.700
- Overhead dasar: Rp1.500
- Kemasan delivery: Rp2.200
- Buffer komplain: Rp800
- Target laba bersih: 15%
- Biaya channel persen: 25,3% (komisi + promo + MDR)
Hitung:
totalBiayaOutlet = Rp22.000
hargaOutletMinimum = 22.000 / (1 - 0,15) = Rp25.882 -> dibulatkan Rp26.000
totalBiayaDeliveryTetap = Rp25.000
hargaDeliveryMinimum = 25.000 / (1 - 0,15 - 0,253) = Rp41.876 -> dibulatkan Rp42.000
Artinya wajar kalau harga delivery lebih tinggi dari harga outlet. Bukan karena “mahal-mahalin”, tapi karena struktur biayanya memang beda.
Simulasi dampak 120 order delivery per hari
| Skenario | Harga delivery | Omzet harian | Laba bersih harian (estimasi) |
|---|---|---|---|
| Harga dipatok Rp35.000 | Rp35.000 | Rp4.200.000 | Rp137.400 (sekitar 3,3%) |
| Harga dihitung dari rumus | Rp42.000 | Rp5.040.000 | Rp764.880 (sekitar 15,2%) |
Kalau kamu lihat gap ini, kebocoran margin biasanya langsung kelihatan.
Guardrail supaya tidak boncos saat promo
Pakai 3 aturan sederhana:
- Tetapkan harga minimum channel, lalu kunci tim supaya promo tidak menembus batas itu.
- Buat budget promo harian, bukan promo tanpa plafon.
- Pisahkan laporan laba per channel: outlet, takeaway, delivery app.
Kalau satu laporan dicampur semua channel, titik rugi sering ketutup volume.
Lakukan sekarang
- Ambil 30 order delivery terakhir, hitung ulang biaya channel real
- Pasang harga minimum per menu untuk delivery
- Batasi promo dengan kuota harian
- Review margin delivery setiap 7 hari
Baca juga
Referensi data lokal (cek 2026-02-14)
- BPS: Inflasi y-on-y Januari 2026 sebesar 3,55% (rilis 2 Februari 2026)
- Bank Indonesia: MDR QRIS (efektif 15 Maret 2025)
- Bank Indonesia: Pertumbuhan transaksi pembayaran digital dan QRIS (rilis 23 April 2025)
- Diskusi komunitas merchant: potongan channel delivery (Reddit, 21 Maret 2025)
- Kompas Tekno: alasan harga di aplikasi lebih tinggi dari resto