Blog

Panduan Biaya Kecil yang Bikin Untung Habis: Kemasan, QRIS, dan Biaya Delivery

Panduan mengendalikan biaya kecil pada bisnis kuliner UMKM: kemasan, MDR QRIS, biaya channel delivery, dan susut harian.

Dipublikasikan 14 Feb 2026
biaya kemasanqrisdeliverymarginumkm kuliner
Di halaman ini

Kalau ditanya biaya apa yang paling sering bikin UMKM kuliner rugi diam-diam, jawabannya bukan satu bahan mahal. Justru kumpulan biaya kecil yang kelihatan sepele.

Di komunitas pelaku usaha, pola ini berulang terus: omzet naik, order ramai, tapi laba bersih tidak ikut naik. Setelah dibedah, bocornya ada di kemasan, biaya transaksi, biaya channel, dan susut kecil harian.

Ringkasan cepat

  • Biaya kecil harus dihitung per order, bukan sekadar estimasi bulanan.
  • Pisahkan biaya untuk dine-in, takeaway, dan delivery.
  • Catat MDR pembayaran digital sebagai biaya riil.
  • Audit 7 hari cukup untuk melihat titik bocor paling besar.

Daftar biaya kecil yang wajib masuk hitungan

KomponenContoh
Kemasanbox, cup, segel, sendok, tisu
Biaya transaksiMDR QRIS/kartu/e-wallet
Biaya channelbiaya layanan, potongan promo channel
Biaya operasional mikrogas ekstra, refill saus, label tambahan
Susut kecilsalah porsi, rusak kemasan, order batal

Kalau satu order kehilangan Rp700-Rp1.500 dari biaya kecil yang tidak tercatat, efeknya besar di akhir bulan.

Contoh nyata: efek akumulasi biaya kecil

Asumsi order 160 transaksi per hari.

ItemNilai per order
Tambahan kemasanRp900
Biaya transaksiRp250
Biaya promo/channelRp600
Susut mikroRp350
Total biaya kecil/orderRp2.100
Rp2.100 x 160 order = Rp336.000 per hari
Rp336.000 x 30 hari = Rp10.080.000 per bulan

Angka ini sering tidak terlihat di dashboard omzet, tapi terasa jelas di kas akhir bulan.

Cara membaca biaya QRIS dengan benar

MDR QRIS bukan “biaya yang bisa diabaikan” saat volume sudah tinggi.

Di kebijakan QRIS nasional, kategori merchant dan jenis transaksi menentukan MDR. Untuk UMKM kuliner, kategori yang paling sering dipakai di lapangan tetap harus dicek berkala ke ketentuan terbaru ASPI/BI.

Prinsip aman: masukkan biaya transaksi ke model harga sejak awal, jangan tunggu akhir bulan.

Audit 7 hari yang bisa kamu jalankan hari ini

  1. Pilih 3 menu paling laku.
  2. Catat biaya kecil per order selama 7 hari penuh.
  3. Hitung ulang margin tiap menu setelah biaya kecil masuk.
  4. Jika margin turun di bawah batas aman, koreksi harga atau komponen menu.

Dengan audit singkat ini, kamu biasanya langsung tahu channel mana yang paling banyak menggerus keuntungan.

Lakukan sekarang

  • Buat kolom khusus “biaya kecil” di catatan operasional
  • Hitung biaya kemasan real per menu, bukan rata-rata kasar
  • Catat biaya transaksi digital per channel pembayaran
  • Pisahkan margin dine-in/takeaway/delivery
  • Terapkan audit 7 hari untuk 3 menu utama

Baca juga

Referensi data dan riset (cek: 2026-02-14)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Biaya kecil perlu dipisah satu per satu?

Perlu, karena akumulasi per order bisa jadi besar saat volume harian naik.

MDR QRIS harus dicatat di level menu?

Idealnya iya, minimal dicatat sebagai biaya channel agar margin tidak bias.

Kenapa margin terasa hilang padahal omzet naik?

Biasanya karena biaya kemasan, transaksi, dan promo tidak ikut naik di harga jual.

Apa langkah paling cepat untuk mulai kontrol biaya kecil?

Audit 7 hari untuk 3 menu terlaris dan hitung total biaya non-bahan per order.

Hitung biaya resep pertamamu sekarang

Masukkan harga bahan dan dapatkan biaya, margin, dan harga jual dalam hitungan detik.