Banyak pemilik usaha kuliner mengalami fase ini: notifikasi order dari aplikasi delivery ramai, dapur sibuk, tapi saldo bersih tidak sesuai capeknya. Kalimat yang sering muncul bukan “sepi”, melainkan “ramai tapi kok tipis?”
Akar masalahnya hampir selalu ada di struktur harga. Harga delivery disamakan dengan harga offline, padahal biaya realnya tidak sama.
Ringkasan cepat
Untuk menu delivery, jangan hitung bahan saja. Kamu harus masukkan potongan platform, biaya promo yang ditanggung merchant, kemasan khusus delivery, biaya transaksi, dan risiko komplain/ulang kirim.
Sebagai acuan pembayaran digital, laman resmi Bank Indonesia menjelaskan tier MDR QRIS: 0% untuk UMI tertentu, 0,3% untuk UMI, dan 0,7% untuk UKE/UME/UBE. Angka ini kecil per transaksi, tetapi dampaknya besar ketika order harian tinggi.
Kenapa topik ini penting buat UMKM sekarang
Per 15 Januari 2025, Kementerian UMKM (dikutip ANTARA) menyebut Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta unit UMKM dengan kontribusi besar ke tenaga kerja dan PDB. Artinya kompetisi makin ketat, dan bisnis yang tidak disiplin menghitung harga bisa cepat tertekan margin.
Di sisi lain, tekanan biaya masih nyata. Bahan baku fluktuatif, ongkir dan kemasan naik, sementara pasar tetap sensitif harga. Karena itu, penetapan harga delivery tidak bisa lagi pakai “angka bulat yang enak dilihat” saja.
Rumus aman harga menu delivery
Gunakan rumus ini untuk setiap menu yang dijual lewat aplikasi:
biayaDasar = HPP + kemasanDelivery + tenaga + utilitas + susut + biayaTransaksi
hargaMinimumDelivery = biayaDasar / (1 - potonganPlatform - promoDitanggungMerchant - targetMarginBersih)
Keterangan:
potonganPlatform: pakai data riil kontrak merchant kamu.promoDitanggungMerchant: porsi diskon yang ditanggung usaha, bukan ditanggung platform.targetMarginBersih: margin setelah semua biaya delivery.
Kalau penyebut jadi 0 atau negatif, artinya model hargamu tidak sehat. Kamu perlu ubah satu dari tiga variabel: harga, biaya, atau target margin.
Contoh hitung real: ayam geprek delivery
Misal data satu porsi seperti ini:
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| HPP bahan + bumbu | Rp18.000 |
| Kemasan delivery | Rp2.500 |
| Tenaga + utilitas | Rp2.500 |
| Susut/retur | Rp800 |
| Biaya transaksi | Rp200 |
| Biaya dasar | Rp24.000 |
Asumsi kerja:
- Potongan platform: 20%
- Promo ditanggung merchant: 3%
- Target margin bersih: 12%
Maka:
Rp24.000 / (1 - 0,20 - 0,03 - 0,12) = Rp24.000 / 0,65 = Rp36.923
Harga aman mulai dari sekitar Rp37.000-Rp39.000.
Sensitivitas: beda 5% potongan bisa ubah harga banyak
Dengan biaya dasar yang sama (Rp24.000), hasilnya bisa seperti ini:
| Potongan + promo + margin | Harga minimum |
|---|---|
| 32% total | Rp35.294 |
| 35% total | Rp36.923 |
| 38% total | Rp38.710 |
Di volume 100 order/hari, selisih Rp2.000 per porsi berarti Rp200.000 per hari. Jadi beda kecil di persen potongan sebenarnya besar sekali di kas bulanan.
Jangan mengandalkan satu angka komisi lama
Dalam beberapa tahun terakhir, keluhan soal potongan aplikasi sempat muncul dalam petisi komunitas pelaku UMKM dan pemberitaan media bisnis. Data historis itu berguna sebagai alarm, tapi jangan dijadikan angka final untuk keputusan sekarang.
Patokan yang benar tetap satu: cek kontrak dan dashboard merchant aktif kamu. Perubahan program promo, tingkat layanan, atau skema kampanye bisa mengubah struktur biaya.
6 langkah operasional mingguan
- Tarik laporan penjualan per kanal: dine-in, take away, delivery.
- Hitung margin bersih per kanal, bukan omzet saja.
- Tandai 5 menu delivery terlaris.
- Simulasikan harga dengan skenario potongan 2%-5% lebih tinggi.
- Naikkan bertahap pada menu yang paling tertekan margin.
- Kurangi promo yang tidak menghasilkan repeat order.
Lakukan sekarang
- Pisahkan price list offline dan delivery.
- Input biaya kemasan delivery sebagai komponen tetap.
- Cek ulang porsi promo yang ditanggung merchant.
- Review harga minimum per menu minimal 1x per minggu.
- Hentikan promo yang membuat margin bersih negatif.
Baca juga
- Cara hitung HPP makanan warung biar tidak boncos
- Panduan harga paket Nataru untuk cafe dan resto
- Panduan harga menu musim hujan bakso dan seblak
Referensi data lokal
- Bank Indonesia: Kanal layanan QRIS dan skema MDR (diakses 14 Februari 2026)
- ANTARA: Indonesia punya 65,5 juta UMKM (15 Januari 2025)
- Change.org: Petisi biaya komisi aplikasi delivery (arsip komunitas UMKM)
- Bisnis.com: Batas komisi aplikasi pesan-antar dalam usulan kebijakan (30 Agustus 2022)
- Majoo: Cara hitung HPP agar bisnis kuliner tidak rugi (2 November 2025)