Blog

Cara Hitung Biaya Tenaga Kerja per Porsi: Supaya Untungmu Nggak Semu

Panduan menghitung biaya tenaga kerja per porsi untuk UMKM kuliner Indonesia. Ada rumus jam kerja, contoh rupiah, dan cara memasukkan gaji pemilik ke HPP.

Dipublikasikan 14 Feb 2026
biaya tenaga kerjahpp makananharga jualumkm kulinerwarung
Di halaman ini

Banyak usaha kuliner merasa “masih untung” karena hitungannya baru sampai bahan baku. Begitu biaya tenaga kerja dimasukkan, hasilnya sering jauh berbeda.

Ini yang bikin pemilik capek terus tapi kas tidak tumbuh. Secara omzet terlihat ramai, tapi secara biaya, tenaga kerja belum benar-benar dihargai.

Ringkasan cepat

Kalau ingin tahu laba asli, biaya tenaga kerja harus dihitung sampai level per porsi. Termasuk kerja pemilik yang ikut belanja, prep, masak, packing, dan tutup kas.

Di Indonesia, skala UMKM sangat besar. ANTARA mengutip data Kementerian UMKM per 15 Januari 2025 bahwa jumlah unit UMKM sekitar 65,5 juta. Artinya persaingan padat, dan bisnis yang hitung biaya lebih rapi punya peluang bertahan lebih kuat.

Kenapa biaya tenaga sering lupa dihitung

Ada dua penyebab utama:

  1. Pemilik merasa “ini kan usaha sendiri”, jadi jam kerjanya dianggap gratis.
  2. Tim dibayar bulanan, lalu biaya kerja tidak dialokasikan ke menu.

Akibatnya, harga jual kelihatan kompetitif, tapi begitu order naik, usaha tetap sesak karena marjin bersih tipis.

Rumus kerja: tenaga kerja per porsi

Pakai kerangka ini:

totalBiayaTenagaPerBulan = gajiKaryawan + upahHarian + upahPemilik
biayaTenagaPerJam = totalBiayaTenagaPerBulan / totalJamKerjaEfektifPerBulan
biayaTenagaPerPorsi = biayaTenagaPerJam x waktuProduksiPerPorsi (jam)

Setelah itu, masukkan biayaTenagaPerPorsi ke HPP menu.

Contoh hitung: warung 2 karyawan + pemilik

Asumsi bulanan:

KomponenNilai
Gaji 2 karyawanRp6.000.000
Upah bantu part-timeRp1.000.000
Upah kerja pemilik (alokasi)Rp3.000.000
Total biaya tenaga/bulanRp10.000.000

Jam kerja efektif per bulan: 250 jam.

Rp10.000.000 / 250 = Rp40.000/jam

Kalau 1 porsi rata-rata butuh 8 menit produksi efektif (0,133 jam):

Rp40.000 x 0,133 = Rp5.320

Artinya biaya tenaga kerja per porsi sekitar Rp5.320.

Kalau angka ini tidak dimasukkan ke harga jual, kamu sedang “mensubsidi” pelanggan dari tenaga sendiri.

Simulasi dampak ke harga minimum

Misal HPP bahan + kemasan + utilitas = Rp19.000 per porsi.

  • Tanpa tenaga kerja: HPP = Rp19.000
  • Dengan tenaga kerja: HPP = Rp24.320

Jika target food cost 38%:

  • Tanpa tenaga kerja: 19.000 / 0,38 = Rp50.000
  • Dengan tenaga kerja: 24.320 / 0,38 = Rp64.000

Selisihnya Rp14.000 per porsi. Di sinilah banyak bisnis merasa “laku” tapi sebenarnya underpricing.

Cara menjaga harga tetap masuk pasar

Kalau hasil hitung terasa terlalu tinggi, jangan buru-buru panik. Pilih kombinasi tindakan berikut:

  • Sederhanakan SOP prep supaya waktu produksi per porsi turun.
  • Pangkas menu yang rumit tapi marginnya rendah.
  • Naikkan harga bertahap pada menu terlaris dulu.
  • Gunakan bundling untuk menjaga persepsi value.

Lakukan sekarang

  • Catat jam kerja efektif tim selama 7 hari.
  • Tetapkan alokasi upah kerja pemilik per bulan.
  • Hitung biaya tenaga kerja per porsi untuk 3 menu terlaris.
  • Cek apakah harga jual masih di atas batas minimum aman.
  • Review ulang tiap akhir bulan.

Baca juga

Referensi data lokal

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa biaya tenaga kerja harus masuk HPP?

Karena itu biaya real untuk menghasilkan produk. Tanpa komponen ini, laba terlihat besar padahal semu.

Kalau pemilik ikut masak sendiri, tetap dihitung?

Tetap. Masukkan sebagai upah kerja pemilik agar harga jual tidak terlalu murah.

Pakai gaji bulanan atau upah per jam?

Keduanya bisa, tapi untuk per porsi paling praktis pakai pendekatan jam kerja efektif.

Target persentase labor cost ideal berapa?

Tergantung model usaha. Yang penting konsisten dipantau dan tidak naik diam-diam tanpa koreksi harga.

Hitung biaya resep pertamamu sekarang

Masukkan harga bahan dan dapatkan biaya, margin, dan harga jual dalam hitungan detik.